Rancangan Hijab Windri Widiesta Dhari di Majalah Vogue

Majalah Vogue salah satu Majalah tentang Mode dan Gaya dan gaya hidup paling terkenal, yang juga menjadi referensi industri fashion dunia ternama dan utama beberapa waktu lalu menampilkan rancangan busana hijab dalam salah satu artikelnya. Dan yang bikin kita, Orang Indonesia, bangga adalah, karya busana hijab yang tampil di majalah tersebut adalah rancangan Desainer Hijab dari Indonesia. Namanya Windri Widiesta Dhari. Berikut, foto dan artikel di Brand Butik Hijab etnik Atisomya.Com tentang Rancangan Hijab Windri Widiesta Dhari di Majalah Vogue tersebut:
Rancangan Hijab Windri Widiesta Dhari di Majalah VoguePengakuan Vogue terhadap desainer hijab sebagai sebagai bagian dari mode fashion arus utama dunia, sungguh membuat gembira buat hijab designer. Aplaagi buat Hijabers Indonesia, yang telah berhasil masuk dalam teropong dunia fashion mainstream dunia yang biasanya gemerlap dan cenderung hedonis tersebut.
Lalu, siapakah Windri Widiesta Dhari yang begitu hebat sehingga Vogue pun sampai memasukkan rancangan busananya sebagai bagian dari mode yang harus diperhatikan oleh dunia ?
Rancangan Hijab Windri Widiesta Dhari di Majalah Vogue (2)

Rancangan Hijab Windri Widiesta Dhari di Majalah Vogue

Tahun 2014 kemarin, tepatnya di bulan Maret, Windri Widiesta Dhari dengan label busananya Nur Zahra terpilih sebagai wakil Indonesia dalam Indonesia Fashion Forward. Ini adalah program pembangan buat desainer Indonesia guna menunjukkan eksistensinya di dunia fashion Internasional. Program ini dibuat oleh Jakarta Fashion Week untuk pengembangan desainer Indonesia supaya dapat berkiprah serta mencapai pasar Internasional. Nur Zahra diikutkan oleh pihak Jakarta Fashion Week mengikuti Mercedes Benz Tokyo Fashion Week, sebuah pekan mode di Tokyo yang dianggap paling bergensi di Asia.

Video Peragaan Karya Windri di Mercedes Benz Fashion Week Tokyo

Busana dengan warna-warna tiedye menjadi ciri utama Nur Zahra yang dibawa dalam helatan mode di Tokyo waktu itu. Sebagai wakil Indonesia satu satunya dari label busana hijab, karya tiedye Windri mendapat respon yang baik dari pecinta mode negeri Matahari terbit tersebut.
Jepang sendiri, cukup akrab dengan teknik pencelupan warna semacam tiedye. Mereka mengenalnya dengan nama Shibori.
Sejumlah media lokal di jepang memberikan apresiasi yang cukup baik dengan karya windri, diantaranya dari media online di jepang taipeitimes.com.

Rancangan Hijab Windri Widiesta Dhari di Majalah Vogue (4)
Rancangan Hijab Windri Widiesta Dhari di Majalah Vogue (4)

Sebelum menjadi Desainer hijab, Windri pernah bekerja di beberapa brand fashion ternama, diantaranya sebagai manajer pemasaran dan komunikasi Guess dan Valentino. Lingkup pekerjaanya yang bersentuhan dengan dunia mode, membuatnya peka terhadap dunia fashion dan bisa terlibat lebih dalam untuk memperhatikan perkembangan trend mode dunia terkini.
Rancangan Hijab Windri Widiesta Dhari di Majalah Vogue (3)Hingga akhirnya Ia melepas pekerjaannya, mundur dari sebuah BUMN, dan mengenakan hijab. Berawal dari keinginan mendapat model hijab yang sesuai dengan yang diinginkanya, yaitu hijab yang punya karakter dan tetap Syar’i, maka kemdian Windri membuat label busana muslim bernama Nur Zahra. Yang menurut Windri, nama ini memiliki arti mengusung sebuah harapan supaya menjadi cahaya yang bersinar. Ia punya harapan Nur Zahra bisa terus bersinar dan tidak tergerus oleh waktu.
Rancangan-Hijab-Windri-Widiesta-Dhari-di-Majalah-Vogue-5
Kesulitan merancang busana hijab adalah menyatukan unsur Islami dengan trend dunia mode yang sedang berkembang. Sebab, acapkali bertolak belakang. Desainer busana muslim seringkali tak bisa leluasa memainkan potongan atau membuat siluet busana yang terbuka, sebab hal tersebut dapat melanggar kaidah syar’i dalam busana muslim.

Untuk menjaga kaidah syar’i dalam rancanagan busana muslimnya, akhirnya Windri lebih banyak memilih untuk memainkan motif dan material pada rancangan busananya. Ia suka membuat paduan antara corak batik dengan gradasi warna. Material yang dipilihnya pun banyak menggunakan bahan lokal, maka kemudian bekerja sama dengan perajin batik dan menjadikannya sebagai mitra.

Sumber :
http://www.republika.co.id/berita/koran/leasure/14/11/18/nf7v4i9-inspirasi-windri-widiesta-dhari-bersinar-dengan-label-nur-zahra
http://www.taipeitimes.com/News/world/archives/2014/03/24/2003586440
http://www.vogue.it/en/talents/new-talents/2014/11/nurzahra-windri-s-light#ad-image
https://tokyo-mbfashionweek.com/en/brands/detail/nur-zahra/