Tidak Ada New York Hari ini

Tidak Ada New York Hari ini

Bisa jadi ini adalah film nasional paling hits untuk beberapa tahun terakhir dan bahkan beberapa tahun kedepan. Lihat saja antusiasme orang-orang untuk menontonya. Dan tau nggak berapa jumlah penonton yang film ini capai selama 2 pekan tayang?

Tanggal 13 Mei 2016, @MilesFilms,  akun Instagram official dari miles film, mengeposkan foto dibawah ini: 3 Juta penonton sudah datang dan menonton film AADC 2 di bioskop, dan tentu saja masih akan meningkat lagi. Sebab film masih diputar hingga sekarang, dari tayang perdana di tanggal 28 April. Praktis kurang lebih hanya membutuhkan waktu 15 hari untuk sampai ke 3 juta penonton.
Rarbiyasa…

Seperti Ada Apa Dengan Cinta pertama, selain film yang keren dan akting yang menawan dari pemerannya yang bikin para lelaki sebal dengan Nicholas Saputra dan cewek-cewek kesel dengan Dian Sastro, Film AADC 2 juga memiliki kekuatan lain yang membuat film ini menjadi punya daya tarik besar dan memberi bekas yang kuat kepada penontonnya.

Yaitu Musik dan Puisi. Jika musik masih ditangani oleh Melly Goeslaw dan suaminya; Anto Hoed, sedangkan puisi-puisi di AADC 2 ini berasal dari karya Aan Mansyur. Dan di tanggal sama, saat film AADC 2 tayang perdana, Aan Mansyur pun merilis buku kumpulan puisinya. Tidak Ada New York Hari Ini : Puisi & Foto Rangga Untuk Film Ada Apa Dengan Cinta? begitulah judul buku dan keterangan pada cover buku kumpulan puisi tersebut

Tidak Ada New York Hari Ini
Buku Puisi AADC 2 : Tidak Ada New York Hari Ini – Puisi & Foto Rangga Untuk Film Ada Apa Dengan Cinta? Sumber Foto : Akun Instagram justbee_me

Jika film AADC telah menghasilkan 3 Juta penonton ke Bioskop, bagaimana dengan Buku Kumpulan Puisi AADC dari Aan Mansyur ini?
Mengikuti kesuksesan filmnya. Tanggal 10 Mei 2016 Detik.com menulis, buku ini telah terjual 19 ribu kopi dan sedang naik cetakan ke 4.

Dan tanggal 13 Mei 2016 ini, terbaca di timeline twitter saya @atisomya, masih banyak yang resah sebab belum mendapatkan buku ini, sedang banyak toko buku yang telah kehabisan stock. Tidak ada yang mebayangkan buku puisi bisa selaris ini, bahkan untuk sekedar dibandingkan dengan buku buku non puisi pun, penjualan buku puisi ada apa dengan cinta 2 ini masih tergolong luar biasa.

Apa yang menarik dari buku itu? Ya tentu saja 31 Puisi  yang ada didalamnya, masa cuma covernya doang :).
Maka inilah beberapa puisi AADC 2 yang luar biasa itu :

Tidak ada New York hari ini

Tidak ada New York hari ini
Tidak ada New York kemarin.
Aku sendiri dan tidak berada di sini.
Semua orang adalah orang lain.
Bahasa ibu adalah kamar tidurku.
Kupeluk tubuh sendiri.
Dan cintaㅡkau tak ingin aku mematikan mata lampu.
Jendela terbuka dan masa lampau memasukiku sebagai angin.
Meriang. Meriang. Aku meriang.
Kau yang panas di kening. Kau yang dingin di kenang.

Nicholas Saputra AADC 2
Rangga Nicholas Saputra AADC 2

Batas

Semua perihal diciptakan sebagai batas.
Membelah sesuatu dari sesuatu yang lain.
Hari ini membatasi besok dan kemarin.
Besok batas hari ini dan lusa.
Jalan-jalan memisahkan deretan toko dan perpustakaan kota, bilik penjara dan kantor walikota, juga rumahmu dan seluruh tempat di mana pernah ada kita.

Bandara dan udara memisahkan New York dan Jakarta.
Resah di dadamu dan rahasia yang menanti di jantung puisi ini dipisah kata-kata.
Begitu pula rindu, hamparan laut dalam antara pulang dan seorang petualang yang hilang.
Seperti penjahat dan kebaikan dihalang uang dan undang-undang.

Seorang ayah membelah anak dari ibunya dan sebaliknya.
Atau senyummu, dinding di antara aku dan ketidakwarasan.
Persis segelas kopi tanpa gula menjauhkan mimpi dari tidur.

Apa kabar hari ini?
Lihat, tanda tanya itu, jurang antara kebodohan dan keinginanku memilikimu sekali lagi.

Tidak Ada New York Hari Ini

Ketika Ada Yang Bertanya Tentang Cinta

Ketika aku bertanya kepadamu tentang cinta
kau melihat langit membentang lapang
menyerahkan diri untuk dinikmati, tapi menolak untuk dimiliki

Ketika kau bertanya kepadaku tentang cinta,
aku melihat nasib manusia
terkutuk hidup di bumi
bersama jangkauan lengan mereka yang pendek
dan kemauan mereka yang panjang

Ketika aku bertanya kepadamu tentang cinta,
kau bayangkan aku seekor burung kecil yang murung
bersusah payah terbang mencari tempat sembunyi
dari mata peluru para pemburu

Ketika kau bertanya kepadaku tentang cinta
aku bayangkan kau satu-satunya pohon yang tersisa
kau kesepian dan mematahkan cabang-cabang sendiri

Ketika ada yang bertanya tentang cinta,
apakah sungguh yang dibutuhkan adalah kemewahan kata-kata
atau cukup ketidaksempurnaan kita?

—///—-

Untuk membaca puisi-puisi Rangga karangan Aan Mansyur yang lain, silahkan baca buku kumpulan puisi tersebut. Jika anda belum punya, tentu saja anda harus membelinya. Belilah bukunya, sebagai penghargaan kepada pengarangnya. Agar ia bisa membuat puisi-puisi indah lagi seperti ini. TIDAK ADA NEW YORK HARI INI